yohoho sebenarnya ini adalah project lama ketika saya masih berada di sebuah guild bernama Autistica dari game Aura Kingdom Online
kisah ini di dasarkan kelakuan character yang saya buat di game tersebut
so. enjoy it~
BLUE-HAIRED DEMON
kisah ini di dasarkan kelakuan character yang saya buat di game tersebut
so. enjoy it~
BLUE-HAIRED DEMON
Sebuah bus berhenti tepat di depan sebuah gedung akademi, jam menunjukan pukul 9 pagi. Suasana akademi itu terlihat sepi, wajar saja karena bel tanda masuk sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.Seorang pemuda turun dari bis yang berhenti itu, memanggul tasnya di bahunya dan berjalan ke arah gerbang akademi itu.
Berhenti sesaat dan memandang kesekelilingnya,baginya suasana akademi ini terasa asing. Helaan nafas panjang terluncur dari bibir pemuda itu, setelah dirasanya cukup memandangi lingkungan barunya pemuda itu berjalan memasuki gedung akademi.
Autistica Academy, nama tempat yang baru saja dimasukinya. Salah satu akademi yang berada di kota Navea, tempat dimana anak-anak 'berbeda' bersekolah.
Nampak dari luar akademi ini sama seperti akademi pada umumnya, kegiatannya pun sama yang membedakannya hanyalah beberapa pelajaran yang diajarkan untuk mengasah 'kemampuan' yang dimiiki murid yang bersekolah di Autistica akademi.
#Fly POV#
"Hufh... Sampai juga..."
Gumamku sembari menghela nafas panjang, tepat ketika aku keluar dari bus yang membawaku ke akademi ini. kuperhatikan jam yang melingkar di tanganku. Tidak terlalu memperdulikan fakta bahwa kemungkinan diriku terlambat kuedarkan pandanganku sekilas ke sekelilingku, memperhatikan lingkungan baru yang menjadi tempatku bersekolah mulai detik ini juga. Aku kembali menghela nafas yang entah sudah keberapa kalinya hari ini, setelah puas memandangi lingkungan baruku aku berjalan memasuki gedung akademi. Kakiku melangkah, menyusuri lorong-lorong, mencari di mana ruang guru berada.
Perkenalkan, Aku adalah Flyusrize. Ah, panggil Aku Fly saja, karena aku tau betapa susahnya menyebut nama lengkapku itu. Aku murid yang baru saja di pindahkan ke akademi ini. Hm? Fisikku? Menurutku selama ini tidak ada yang spesial tentang fisikku, sama seperti remaja berusia 17 tahun pada umumnya, yang membedakkannya hanyalah sepasang tanduk yang berada di kepalaku di tambah dengan rambutku yang berwarna biru.
"Blue Haired Demon" banyak orang memanggilku dengan sebutan itu, tentu karena rambut dan tandukku itu.
*Buk* 'Oh, Sh*t' Umpatku dalam hati. Lamunanku buyar ketika kurasakan diriku menabrak sesuatu, atau lebih teptnya seseorang. Seorang perempuan yang memiliki rambut berwarna perak dan mengenakan kacamata. Aku hanya diam mematung, pikiranku kacau sehingga tidak bisa merespon kejadian berusan dengan baik.Tanpa sempat aku meminta maaf gadis itu berlalu pergi setelah membereskan--Aku bahkan tidak sempat membantunya--buku-buku yang jatuh akibat tabrakan tadi.
"Shandelzere ya.." Gumamku saat telah berhasil mendapatkan kesadaranku kembali, mataku masih terpaku menatap gadis yang sudah berjalan menjauh dan menghilang ketika naik tangga itu.
"He? Kenapa aku bisa tahu namanya?"
Kukerutkan keningku sesaat dan mencoba menghilangkan rasa heranku sedetik kemudian. Ini bukan saatnya memikirkan hal itu, Aku harus segera mencari ruang guru.
"Permisi..."
Kugeser pintu ruangan yang sudah kupastikan-ada papan di atas pintu bertuliskan ruang guru-merupakan ruangan guru itu.
Hanya ada satu orang saja di ruangan itu, seorang laki-laki berjas lab putih dan berkacamata. Memiliki tinggi 175 centimeter dengan rambut acak-acakan, bila di amati lebih jauh dia terlihat masih muda.
"Maaf pak, Saya Flyusrize, pindahan dari North Navea high school yang mulai hari ini akan bersekolah disini ''
"Ah.. Murid baru itu rupanya... Saya Kengo kobayashi, Saya memang menunggumu yang kebetulan di tempatkan di kelas yang sebentar lagi akan saya ajar" Ujarnya tanpa melepaskan pandangan dari laptop yang berada di atas meja di depannya itu.
Nadanya memang terdengar ramah, namun aku bisa merasakan bahwa guru itu sama sekali tidak memperdulikan kehadiranku dan hanya berfokus pada laptopnya saja. Beberapa menit telah berlalu, bel pergantian mata pelajaran baru saja berbunyi dan Pak guru Kengo--bersama dengan aku yang mengekornya tentu saja--berjalan menuju kelas dimana aku akan di tempatkan. Saat memasuki kelas itu hampir semua murid menatapku heran, seperti dugaanku sebelumnya.
Mungkin harus kuberitahu satu hal, Navea--Ah, bukan hanya Navea tapi di seluruh dunia ini dihuni oleh dua ras yang berbeda, Manusia dan Clerk. Clerk adalah ras yang memiliki fisik seperti manusia pada umunya, yang membedakkannya Clerk memiliki kemampuan yang tidak dimiliki manusia. Kemampuan indra yang melebihi manusia normal, kemampuan intelegensi yang tinggi sehingga ras Clerk bisa belajar sesuatu dengan cepat. Namun ras ini memiliki kekurangan yaitu kemampuan fisik ras ini jauh lebih lemah, kemampuan regenerasi dan penyembuhan luka ras ini pun buruk. Hal itu membuat ras Clerk selalu ditekan oleh ras Manusia, ras Clerk selalu dicaci maki dan menjadi kambing hitam oleh para manusia yang merasa lebih kuat. Karena alasan itulah di Navea didirikan beberapa akademi khusus bagi para kaum Clerk oleh beberapa manusia yang masih memiliki hati nurani. Mereka membangun akademi ini agar kami bisa mendapat pengetahuan yang layak dan mendapat bimbingan agar bisa bertahan ketika menghadapi saat kami harus menghadapi dunia yang sesungguhnya.
"Ehem! Flyusrize, bisa perkenalkan dirimu?"
Deheman keras dari pak Kengo yang ada di sampingku membuyarkan lamunanku.
"Ah Maaf. Perkenalkan namaku Flyusrize, kalian bisa memanggilku Fly. Mohon bantuan dan kerjasamanya" Ujarku kepada seluruh penghuni kelas yang hanya ditanggapi dengan suasana kelas yanghening.
"Baiklah Fly.. Kamu bisa duduk di kursi kosong sebelah Lucelia, Lucelia angkat tanganmu"
Seorang gadis yang memiliki rambut panjang berwarna biru toska mengangkat tangannya,
"Uce, Kengo-san, panggil saya Uce" Ujarnya dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.
Wajahnya cantik dan mempunyai senyum yang manis, namun entah kenapa aku merasa kekosongan di balik senyumnya itu.
Kulangkahkan kakiku menuju kursi kosong di sebelah gadis itu yang disambut dengan senyuman gadis itu dan lagi-lagi aku hanyut dalam pikiranku sendiri sampai bunyi bel tanda waktu istirahat berdering. Aku malas untuk keluar mencari makan sehingga kuputuskan berdiam diri di kursiku. Aku malas merasakan pandangan orang-orang yang heran akan tandukku ini, meskipun akademi ini merupakan akademi khusus ras Clerk namun hanya aku satu-satunya yang memiliki tanduk.
"Hey Fly!"
Kulihat dua orang siswa laki-laki berdiri di samping mejaku, membuatku terkejut dan hanya bisa menatap mereka dengan heran.
Pemuda pertama berambut coklat dan mengenakan kemeja, wajahnya lumayan namun sepertinya dia tidak terlalu perduli terhadap penampilannya, sedangkan yang satunya lagi kebalikannya, dia berambut hitam dengan penampilan rapi lengap dengan blazernya dan berkacamata.
"Benarkan namamu Fly?"
"Iya, kenapa?"
Jawabku setelah berhasil mengendalikan keterkejutanku tadi, meski terlihat tenang sebenarnya aku agak takut.
"Kau S atau M" Tanya pemuda berambut coklat itu dengan semangat.
"Ha?"
Cengo, bingung dengan apa yang dia maksudkan.
"Sudah jawab saja Kau S atau M?"
"M" Jawabku singkat tanpa memikirkannya.
"Wahahahahaha" Keduanya tertawa terbahak-bahak seketika, "Ternyata di balik penampilanmu yang menyeramkan dia seorang Maso"
Ujarnya masih sambil tertawa tawa sementara aku masih bingung dengan apa yang mereka tertawakan.
"Hahaha Maaf maaf... AKu hanya bercanda" Pemuda berkacamata itu mengulurkan tangannya dan yang satunya hanya tersenyum geli,
"Aku Fahri dan dia Midnight, salam kenal" Kuraih jabatan tangannya sambil tersenyum dan berucap 'salam kenal' Sesaat setelah berjabat tangan kurasakan bahwa mereka adalah orang-orang yang baik.
"Hei, jadi? Apa yang membuatmu pindah ke akademi ini? Bukankah Xenovia akademi yang jauh lebih enak dan lebih baik di bandingkan akademi ini?" Tanya Midnight sambil mengambil satu kursi dari depan untuk didudukinya.
"Ah, aku bukan pindahan dari Xenovia, aku dari North Navea High School"
Keduanya memandangku dengan terkejut,
"He? Tapi.. itu kan akademi untuk para manusia kan?"
"Yap itu karena dulu aku..." Belum sempat menjawab pertanyaan mereka sebuah suara feminim memotong perkataanku.
"Fly.... Flyusrize." Gadis yang tadi duduk di sampingkulah yang memotongnya, Lucelia kalau tidak salah namanya."Kau dipanggil Kengo-san, dia ingin kau ikut tes untuk mengetahui apa kemampuanmu"
Gadis itu mengajakku ke kelas yang berada di lantai empat akademi ini, ke sebuah ruangan yang berisi Pak kengo dan beberapa guru lain.
Beberapa menit telah berlalu, aku telah menyelesaikan serangkaian tes kecil-kecilan guna mengetahui bakatku.Bohong kalau kubilang aku tidak peduli apa bakatku, aku pun penasaran akan bakat yang kumiliki... Dan bakatku adalah...
"Insting yang tajam?! Nggak ada bakat lain apa?"
Midnight dan Fahri saling berpandangan dan menatapku dengan heran. Sepulang sekolah mereka mengajakku untuk bersantai disebuah cafe di Navea. Aku mengenakan topi, bukan untuk gaya atau tren masa kini, aku mengenakannya untuk menutupi tandukku tentu saja.
"Yah.. Mungkin karena aku ini half, Ibuku manusia dan ayahku Clerk. Aku saja baru mengetahuinya beberapa minggu yang lalu. Saat tanduk ini mulai tumbuh.. dan karena itu pula aku dipindahkan ke Autistica Academy.
Ayahkan meninggal saat aku masih kecil, katanya saat ia bekerja dia diserang oleh para manusia... Hanya itu yang kutahu soal ayahku.."
Kuaduk Lemon teaku dan tanpa kusadari seorang perempuan memperhatikanku dari jauh.
"Ketemu kau Blue-haired Demon"
chapter 1 end
stories by : Wolfie & Firefly
Tidak ada komentar:
Posting Komentar